Aceh Tamiang, 16 Desember 2025, Tim Respons Bencana KMPLHK RANITA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus melanjutkan aksi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Selasa (16/12), fokus kegiatan dipusatkan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, dengan rangkaian program terpadu yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan psikososial, hingga penguatan semangat warga.
Tim respon bencana KMPLHK RANITA UIN Jakarta pun masih menerima donasi untuk disalurkan langsung ke para penyintas bencana di Sumatera.
Donasi akan diberikan 100% untuk masyarakat terdampak.
Silahkan kirimkan donasi melalui rekening
BNI 0733103399 a.n KMPLHK RANITA UIN JAKARTA
Narahubung 085715882862 (Nurhidayat)

Kegiatan hari ini melibatkan dua relawan RANITA UIN Jakarta, yakni Zakaria “Jabjab” Rahmat Pratomo dan ABD “Gatra” Mannan. Sejak pagi, tim menjalankan tiga agenda utama dalam satu hari, yaitu pendirian dapur umum, pelaksanaan Psychological First Aid (PFA) untuk anak-anak, serta pembukaan pos hangat yang menyediakan sarapan bubur bagi warga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan briefing tim pada pukul 08.00 hingga 08.47 WIB untuk menyamakan persepsi dan pembagian tugas. Selanjutnya, masing-masing tim mulai bergerak sesuai peran hingga pukul 10.20 WIB. Fokus kemudian diarahkan pada kegiatan PFA bagi anak-anak yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Dalam sesi ini, relawan mengajak anak-anak bermain, bercerita, dan beraktivitas kreatif untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Memasuki siang hari, tim melakukan persiapan pembagian nasi serta menyambut kehadiran figur publik Ria Ricis yang bergabung bersama DMC Dompet Dhuafa. Pada pukul 14.20 hingga 17.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan interaksi bersama warga, pembagian makanan, serta jajanan untuk anak-anak. Kehadiran tersebut disambut antusias oleh warga dan menjadi suntikan semangat di tengah kondisi sulit yang mereka alami.

Usai kegiatan utama, relawan melakukan pembersihan lokasi serta makan bersama hingga pukul 18.45 WIB. Malam hari diisi dengan bersih-bersih lanjutan sekaligus briefing untuk menyusun rencana kegiatan berikutnya.
Kondisi lapangan terpantau relatif kondusif meski sempat diguyur gerimis ringan pada siang hari. Warga Desa Sekumur menunjukkan respons positif terhadap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Jaringan komunikasi sedikit membaik dibanding hari sebelumnya meski masih kerap terputus, dengan dukungan akses internet berbasis Starlink. Situasi keamanan dilaporkan aman.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 250 kepala keluarga atau 900 jiwa terdampak di Desa Sekumur. Tim juga menemukan warga dengan kondisi sakit parah yang langsung ditangani oleh tim kesehatan Dompet Dhuafa.
Rencana pergerakan selanjutnya, Tim Respons Bencana RANITA UIN Jakarta dijadwalkan kembali ke Pos Kota Langsa pada keesokan hari.
ABD “Gatra” Mannan, Relawan KMPLHK RANITA UIN Jakarta.


