RANITA UIN Jakarta Bersihkan Masjid Babussalam dalam Respon Banjir dan Longsor Aceh Tamiang

RANITA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus melanjutkan aksi kemanusiaan dengan melakukan pembersihan Masjid Babussalam sebagai bagian dari respon banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025, di Desa Sukajadi Paya Bujuk, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi.

Tim respon bencana KMPLHK RANITA UIN Jakarta pun masih menerima donasi untuk disalurkan langsung ke para penyintas bencana di Sumatera.

Donasi akan diberikan 100% untuk masyarakat terdampak.

Silahkan kirimkan donasi melalui rekening

BNI 0733103399 a.n KMPLHK RANITA UIN JAKARTA 

Narahubung 085715882862 (Nurhidayat)

Dalam kegiatan ini, relawan RANITA yang terlibat antara lain Tapang, Kempal, Wakso, dan Jab-Jab, bekerja bersama relawan DMC Dompet Dhuafa serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan fasilitas umum dan mendukung kebutuhan dasar warga terdampak. Sejak pagi hari, relawan bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, dan material sisa banjir yang menggenangi Masjid Babussalam di wilayah Menanggini, Kecamatan Karang Baru.

Masjid Babussalam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas warga, termasuk sebagai tempat berkumpul dan distribusi bantuan pascabencana. Oleh karena itu, pembersihan masjid menjadi prioritas agar dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat. Selain melakukan pembersihan, relawan RANITA dan DMC juga menyalurkan bantuan berupa gerobak dorong, tandon air, serta sekop untuk membantu warga dan pengurus masjid dalam proses pemulihan lanjutan.

Pada kegiatan berikutnya, relawan membuka pos hangat di Desa Sukajadi Paya Bujuk, yang menjadi salah satu titik pengungsian warga terdampak. Di pos hangat ini, Wakso dan Kempal melaksanakan kegiatan Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan psikososial kepada penyintas, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Pendampingan ini dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang hangat, mendengarkan keluhan warga, serta menciptakan ruang aman bagi penyintas untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Selain pendampingan psikososial, relawan juga membagikan makanan sehat kepada masyarakat di posko pengungsian. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan warga di tengah keterbatasan pascabencana, sekaligus menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan di antara penyintas. Kehadiran relawan di posko disambut baik oleh warga yang merasa terbantu tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.

Baca Juga  Relawan KMPLHK RANITA UIN Jakarta Terus Menyalurkan Bantuan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat

Berdasarkan laporan lapangan, kondisi cuaca pada hari kegiatan terpantau cerah, jaringan internet stabil, serta akses jalan menuju lokasi dapat dilalui dengan lancar. Kebutuhan dasar penyintas dilaporkan dalam kondisi tercukupi, meski pendampingan dan pemulihan tetap dibutuhkan secara berkelanjutan.

RANITA UIN Jakarta terus hadir mendampingi masyarakat Aceh Tamiang hingga proses pemulihan pascabencana berjalan optimal. Melalui kolaborasi relawan, mitra kemanusiaan, dan masyarakat lokal, RANITA berharap upaya ini dapat membantu mengembalikan fungsi sosial, spiritual, dan psikologis warga terdampak bencana.