Relawan Ranita UIN Jakarta Siapkan logistik bantuan Kompor Gas di Lokasi Banjir dan Longsor Kabupaten Agam

Pada Senin, 08 Desember 2025, relawan Ranita UIN Jakarta kembali melakukan aksi kemanusiaan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Agam. Relawan atas nama Yogi Handika diturunkan ke daerah Salareh Aie, Palembayan, untuk membantu dua fokus utama: pencarian korban hilang dan pengadaan logistik bagi warga yang membutuhkan.

Tim respon bencana KMPLHK RANITA UIN Jakarta pun masih menerima donasi untuk disalurkan langsung ke para penyintas bencana di Sumatera.

Donasi akan diberikan 100% untuk masyarakat terdampak.

Silahkan kirimkan donasi melalui rekening

BNI 0733103399 a.n KMPLHK RANITA UIN JAKARTA 

Narahubung 085715882862 (Nurhidayat)

Kegiatan pertama adalah pencarian korban hilang di Salareh Aie. Bersama tim Basarnas dan potensi SAR daerah, relawan Ranita turut melakukan penyisiran di titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban tertimbun material longsor. Proses pencarian berlangsung dengan hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat hujan beberapa hari terakhir. Pada hari ini, tim berhasil menemukan 1 korban hilang, sementara 27 orang lainnya masih dalam pencarian. Operasi pencarian masih akan berlanjut esok hari di wilayah Salareh Aie dan Kayu Pasak.

Kegiatan kedua adalah pembelian logistik untuk disalurkan kepada warga di Jorong Arikia, Nagari Dalko, Kabupaten Agam. Yogi dibantu oleh ambulans relawan Bukittinggi mengangkut perlengkapan bantuan. Adapun logistik yang dibeli terdiri dari: 12 kompor gas, 12 tikar, 12 selimut, pakaian dalam pria dan wanita masing-masing 3 lusin, serta 10 kasur.

Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan bahwa listrik di Maninjau, Palembayan, dan Malalak telah kembali menyala. Distribusi air bersih di wilayah Palembayan juga dibantu oleh Pemda, PMI, dan TNI. Namun, curah hujan yang masih tinggi menyebabkan beberapa titik kembali mengalami banjir dan longsor.

Untuk esok hari, Ranita UIN Jakarta akan melanjutkan penyaluran bantuan ke Jorong Arikia serta meneruskan pencarian korban hilang di Salareh Aie dan Kayu Pasak. Semangat kemanusiaan terus menjadi pendorong utama gerakan relawan di lapangan.

Baca Juga  Relawan Kemanusiaan Lintas Komunitas Terus Bergerak Menuju Sumatera